ANAK RIMBA TURUN GUNUNG DEMI RAYAKAN HARI KEMERDEKAAN – Kabar tvOne – tvOne Memang Beda
Posted in Uncategorized
Menghitung potensi cadangan karbon
Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2007 lalu pada COP ke 13 di Bali, perdanganan karbon dalam skema REDD mulai ramai diperbincangkan. Bahkan broker karbon pun sudah mulai menjaring sejumlah kepala daerah untuk perdagangan karbon. MoU perdagangan karbon pun sudah ditanda tangani, termasuk Jambi yang pada Desember tahun lalu, Gubernur dan sejumlah Bupati sudah tanda tangan untuk menjual karbon pada broker asal Australia. Read More…
Posted in Climate Change, Hutan Adat
Ramalan Suku Maya dan Surveyor Unit GIS
Dah dua hari ini, aku menerima beberapa email dari teman-teman yang berisikan Ramalan Suku Maya tentang kiamat yang akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Semula aku menganggap ya hanya iseng saja, sama halnya dengan banyaknya ramalan tentang gempa dan tsunami yang akan terjadi di Padang Sumatera Barat tahun lalu. Iseng ku searching tentang ramalan ini. Banyak juga yang membahas ramalan ini. Kompas on line juga ikut membahasnya dengan menurunkan tulisan yang berisi pendapat pakar saint LAPAN.
Posted in iseng
Gubernur Riau Rekomendasikan Rasionalisasi TNBT
Gubernur Riau Wan Abu Bakar MS diakhir masa jabatannya telah menunjukkan keseriusannya untuk pelestarian alam. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya rekomendasi bernomor 500/Ekbang/71.30 tertanggal 20 November 2008 tentang Rekomendasi usulan Rasionalisasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Dalam surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan RI, Gubernur Riau merekomendasikan perluasan TNBT seluas 13.624 ha dan pengurangan TNBT seluas 4.271 ha. Read More…
Posted in Hutan Harapan, Rasionalisasi
Tolak PP No 2 Tahun 2008
Wow, ketika bencana bertubi-tubi menyerang negeri ini, kok kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan tak jua muncul. Malahan kebijakan yang dilahirkan masih saja berpatokan ekonomis sesaat. Presiden SBY yang baru menandatangani PP No 2 Tahun 2008 yang memperkenankan penyewaan hutan lindung untuk berbagai kegiatan. Gila benar, hutan kita yang sudah rusak parah, kok hutan yang masih terisa masih juga akan digadaikan?
Apakah bencana ekologis yang terjadi susul menyusul belum juga akan menyadarkan kita semua? Termasuk Presiden yang nota bene dikelilingi para pakar. Haruskan hutan kita yang tinggal se uncrit akan tetap dihancurkan? Haruskan anak cucu kita kelak hidup di negeri bencana?
Posted in Deforestrasi, Hutan Harapan
Lahan Asialog Diserahkan ke Pemprov Jambi
Selasa 12 Februari lalu, manajemen PT Asialog menyerahkan lahan seluas 61 ribu hektar kepada Pemprov Jambi. Mengutip koran yang memberitakan serah terima dari Direktur Utama Asialog kepada Gubernur Jambi itu, Asialog beralasan bahwa penyerahan itu disebabkan karena perusahaannya terus merugi.
Wow aneh tentunya, jika Asialog yang telah menebang ribuan meter atau mungkin jutaan meter kubik kayu diareal konsensinya kemudian menyatakan rugi. Mbok ya jangan bilang rugi, muna banget deh. Hutannya udah ditebangi kok masih bilang rugi. Coba lihat areal itu udah babak belur penuh dengan bekas tebangan, emang dikemanain tuh kayu-kayunya kok bisa rugi toh Pak. Read More…
Posted in Hutan Harapan
Injabsin hidup lagi?
Kemarin, kantorku dikunjungi tiga orang yang mengaku berasal dari PT Multiguna Lestari, sebuah oerusahaan rekanan Departemen Kehutanan RI. Mereka datang katanya mau mencari informasi tentang PT Injabsin. Agak unik juga, karena PT Injabsin sepengetahuanku dah lama tak beroperasi. Sedikit curiga juga sih ngapain orang-orang ini nanya injabsin segala. Tapi katanya mereka tim independet yang akan melakukan penilaian.
Mereka menanyakan bagaimana konflik antara masyarakat desa Guguk dengan PT Injabsin. Pada akhrir 1999 memang sempat terjadi ketegangan antara pT Injabsin dengan masyarakat Desa Guguk Penyebabnya, areal kerja PT Injabsin masuk ke wilayah adat masyarakat Guguk. Waktu itu masyarakat mengetahui bahwa ada pancang-pancang PT Injabsin yang berada di wilayah adat mereka, belum ada kejelasan terkait patok ini penebangan sudah dimulai. Kontan saja kejadian ini membuat geram dan amarah masyarakat yang merupakan keturunan Marga Pembarab.
Posted in Deforestrasi, Hutan Adat
Jangan Biarkan Mereka Tercerabut dari Akarnya
Kehadiran pengemis sudah menjadi bagian dalam kehidupan kota Jambi. Namun bagaimana kalau diantara yang para pengemis yang beredar di Kota Jambi itu adalah Orang-orang Rimba yang sebelumnya hidup di pedalaman belantara Jambi. Uniknya lagi diantara rombongan pengemis itu juga ditemui kaum perempuan dan anak-anak. Kehadiran para pengemis dari komunitas Orang Rimba, mendapat perhatian serius dari kalangan media di Jambi.
Kepada para pemburu berita, itu Orang Rimba yang mengaku berasal dari Taman Nasional Bukit Dua Belas itu, merupakan Orang Rimba yang telah memilih untuk hidup menetap di desa dan berganti nama dengan menggunakan nama-nama melayu. Beredarnya komunitas rimba menjadi pengemis di kota, memang sebuah pemandangan yang sangat menyedihkan. Betapa tidak, perbuatan mereka untuk keluar dari ranah mereka apalagi sampai harus jauh ke kota dan juga melibatkan anak-anak dan kaum perempuan jelas bertentangan dengan adat istiadat mereka.
Posted in Orang Rimba
Waspada, Musim Asap Segera Tiba

Musim kemarau akan segera datang. Apakah itu berarti kabut asap juga akan segera menyusul? Yang pasti kebakaran hutan dan lahan menghebat sejak tahun 1997, Indonesia sudah akrab sebagai negara pengeksport kabut asap. Persoalan kebakaran hutan dan lahan rutin terjadi hingga tahun 2006.
Anak negeri kalang kabut akibat asap yang timbul; meningkatnya jumlah penderita ISPA, gangguan penerbangan hingga harus liburnya anak-anak ke sekolah. Di belahan lain negara-negara tetangga yang terkena dampaknya juga sudah sangat gerah dengan kiriman asap yang mereka terima. Di awal musim kemarau tahun ini, para pihak telah mengambil ancang-ancang untuk mencegah timbulnya kebakaran hutan. Diawali dengan Apel Siaga pencegahan kebakaran hutan juga telah di laksanakan di berbagai lokasi yang beberapa tahun belakangan ini menjadi daerah langganan kebakaran.
Posted in KebaKaran Hutan
Crazy-nya N!xau dan Orang Rimba TNBD

Dua hari yang lalu, aku nonton tv yang mutar film Gods must be crazy II. Film yang sebetulnya telah dirilis pada tahun 1990 silam.
Film yang bercerita tentang belantara afrika, dengan segala binatangnya yang masih ada, serta kearifan masyarakat adat suku pedalaman dalam membaca tanda-tanda alam serta keserakahan orang luar terhadap kekayaan fauna daerah itu. Aksi N!xau dan xiri dan xisa anak-anaknya yang memerankan Suku Semak (suku aslinya afrika), sungguh menggugah. Meski aksi mereka kadang sangat kocak dan membuat kita terpingkal-pingkal, tapi ada satu pesan moral yang disampaikan. Untuk hidup dibelantara, dibutuhkan keahlian untuk menyelamatkan diri.
Posted in Orang Rimba






