
Masyarakat Desa Baru dan Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun telah menyadari arti penting keberadaan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) bagi kehidupan mereka. Sebagai desa penyangga yang sangat dekat dengan taman tersebut, dulunya akses dan ketergantungan masyarakat sangat tinggi terhadap TNBD. Kini masyarakat mulai menyadari pentingnya kehadiran TNBD untuk mereka dan masyarakat Jambi, bahkan dunia.
Bahkan sesama masyarakat kini telah saling mengingatkan untuk tidak lagi masuk dan berkegiatan di dalam Taman,” ujar Erinaldi, Fasilitator Desa KKI Warsi.
Awalnya, masyarakat di dua desa ini sangat tergantung dengan Taman, baik untuk mengambil kayu ataupun berladang. Kini kegiatan ini telah ditinggalkan seiring dengan hadirnya program Wanatani hasil kerjasama KKI Warsi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Program wanatani dilaksanakan sesuai dengan potensi masing-masing desa dan areal yang tersedia. Untuk masyarakat yang dari dahulunya telah mempunyai sawah disarankan untuk kembali ke sawah. Sedangkan masyarakat yang dulunya mempunyai kebun karet diarahkan untuk melakukan peremajaan karet.
”Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan didukung sumberdaya yang sudah mereka miliki secara turun temurun. Harapannya, masyarakat tidak lagi menggantungkan perekonomian mereka ke taman,” kata Erinaldi.
Tak hanya peremajaan karet, kini juga disediakan bibit karet unggul untuk masyarakat di semua desa penyangga TNBD. Kebun bibit ditempatkan di Desa Jernih. “Tujuannya supaya masyarakat yang membutuhkan karet dapat membeli bibit karet dengan sistem subsidi ke kebun bibit,” kata Erinaldi. Pembibitan itu merupakan hasil kerjasama dengan Balai Penelitian Karet Sungai Putih Medan Sumatera Utara. Bibit yang disediakan pun dari jenis bibit unggul dengan klon PB 260 untuk batang atas (entres) dan klon GT 1 untuk batang bawah.
>>diambil dari catatan lain di hari lain





Bisa kasi informasi tentang wana tani yang lebih lengkap? Saya mau belajar neh. Kebetulan masyarakat di Aceh mau belajar soal wana tani karet. Bisa???
By: taufik on August 2, 2007
at 4:55 pm
boleh-boleh aja mas. beberapa tahun belakangan ini NGO tempat saya bekerja memang giat melakukan ini, jadi kalau mas mau kita sharing lebih banyak, mungkin kita bisa diskusi via email di unireni@warsi.or.id
By: Reni on August 3, 2007
at 12:04 pm
Wah, senang sekali membaca tulisan ayuk,
memperkaya wawasan tentang daerah sendiri,
salam kenal dari sayo di batam,
asal sarolangun…
suatu saat ku kan kembali…
makasih yuk
By: Kasturi on August 13, 2007
at 4:45 pm
Salam kenal Bu… Saya dari Sarolangun.
Tetap semangat dengan info seputar alam Sarolangun ya Bu… Sukses selalu.
By: fxekobudi on December 9, 2007
at 5:18 pm
Salam Lestari,
Apakah d sana menyediakan bibit jernang dan gaharu??
Thx
By: Gunawan on October 20, 2009
at 12:15 am