Posted by: sukmareni | October 4, 2011

Kutemukan kembali

Setelah sekian lama tidak aktif, hari ini kukembali menulis dinding blokku ini. Banyak hal yang telah berubah, ada penambahan hutan desa di Provinsi Jambi, namun di sisi lain, sejumlah perusahaan sawit dan pertambangan terus mengumumkan rencana AMDAL mereka.

kemarin ada pengumuman AMDAL Sawit di Kabupaten Bantanghari, hari ini, ada pengumuman AMDAL perusahaan batubara.

Advertisements

ANAK RIMBA TURUN GUNUNG DEMI RAYAKAN HARI KEMERDEKAAN – Kabar tvOne – tvOne Memang Beda

Shared via AddThis

Posted by: sukmareni | January 28, 2009

Menghitung potensi cadangan karbon

Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2007 lalu pada COP ke 13 di Bali, perdanganan karbon dalam skema REDD mulai ramai diperbincangkan. Bahkan broker karbon pun sudah mulai menjaring sejumlah kepala daerah untuk perdagangan karbon. MoU perdagangan karbon pun sudah ditanda tangani, termasuk Jambi yang pada Desember tahun lalu, Gubernur dan sejumlah Bupati sudah tanda tangan untuk menjual karbon pada broker asal Australia.  Read More…

Posted by: sukmareni | November 28, 2008

Ramalan Suku Maya dan Surveyor Unit GIS

badai-lubang-korona-matahari3 Dah dua hari ini, aku menerima beberapa email dari teman-teman yang berisikan    Ramalan Suku Maya tentang kiamat yang akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Semula aku menganggap ya hanya iseng saja, sama halnya dengan banyaknya ramalan tentang gempa dan tsunami yang akan terjadi di Padang Sumatera Barat tahun lalu. Iseng ku searching tentang ramalan ini. Banyak juga yang membahas ramalan ini. Kompas on line juga ikut membahasnya dengan menurunkan tulisan yang berisi pendapat pakar saint LAPAN.

Read More…

Posted by: sukmareni | November 24, 2008

Gubernur Riau Rekomendasikan Rasionalisasi TNBT

wisata-tnbt1

Gubernur Riau Wan Abu Bakar MS diakhir masa jabatannya telah menunjukkan keseriusannya untuk pelestarian alam. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya rekomendasi bernomor 500/Ekbang/71.30 tertanggal 20 November 2008 tentang Rekomendasi usulan Rasionalisasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Dalam surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan RI, Gubernur Riau merekomendasikan perluasan TNBT seluas 13.624 ha dan pengurangan TNBT seluas 4.271 ha. Read More…

Posted by: sukmareni | February 25, 2008

Tolak PP No 2 Tahun 2008

Wow, ketika bencana bertubi-tubi menyerang negeri ini, kok kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan tak jua muncul. Malahan kebijakan yang dilahirkan masih saja berpatokan ekonomis sesaat. Presiden SBY yang baru menandatangani PP No 2 Tahun 2008 yang memperkenankan penyewaan hutan lindung untuk berbagai kegiatan. Gila benar, hutan kita yang sudah rusak parah, kok hutan yang masih terisa masih juga akan digadaikan?

Apakah bencana ekologis yang terjadi susul menyusul belum juga akan menyadarkan kita semua? Termasuk Presiden yang nota bene dikelilingi para pakar. Haruskan hutan kita yang tinggal se uncrit akan tetap dihancurkan? Haruskan anak cucu kita kelak hidup di negeri bencana?

Read More…

Posted by: sukmareni | February 19, 2008

Lahan Asialog Diserahkan ke Pemprov Jambi

asialog.jpg


Selasa 12 Februari lalu, manajemen PT Asialog menyerahkan lahan seluas 61 ribu hektar kepada Pemprov Jambi. Mengutip koran yang memberitakan serah terima dari Direktur Utama Asialog kepada Gubernur Jambi itu, Asialog beralasan bahwa penyerahan itu disebabkan karena perusahaannya terus merugi.

Wow aneh tentunya, jika Asialog yang telah menebang ribuan meter atau mungkin jutaan meter kubik kayu diareal konsensinya kemudian menyatakan rugi. Mbok ya jangan bilang rugi, muna banget deh. Hutannya udah ditebangi kok masih bilang rugi. Coba lihat areal itu udah babak belur penuh dengan bekas tebangan, emang dikemanain tuh kayu-kayunya kok bisa rugi toh Pak. Read More…

Posted by: sukmareni | June 27, 2007

Jangan Biarkan Mereka Tercerabut dari Akarnya

Kehadiran pengemis sudah menjadi bagian dalam kehidupan kota Jambi. Namun bagaimana kalau diantara yang para pengemis yang beredar di Kota Jambi itu adalah Orang-orang Rimba yang sebelumnya hidup di pedalaman belantara Jambi. Uniknya lagi diantara rombongan pengemis itu juga ditemui kaum perempuan dan anak-anak. Kehadiran para pengemis dari komunitas Orang Rimba, mendapat perhatian serius dari kalangan media di Jambi.

Kepada para pemburu berita, itu Orang Rimba yang mengaku berasal dari Taman Nasional Bukit Dua Belas itu, merupakan Orang Rimba yang telah memilih untuk hidup menetap di desa dan berganti nama dengan menggunakan nama-nama melayu. Beredarnya komunitas rimba menjadi pengemis di kota, memang sebuah pemandangan yang sangat menyedihkan. Betapa tidak, perbuatan mereka untuk keluar dari ranah mereka apalagi sampai harus jauh ke kota dan juga melibatkan anak-anak dan kaum perempuan jelas bertentangan dengan adat istiadat mereka.

Read More…

Posted by: sukmareni | June 25, 2007

Waspada, Musim Asap Segera Tiba

bakar-alain-compost.png

Musim kemarau akan segera datang. Apakah itu berarti kabut asap juga akan segera menyusul? Yang pasti kebakaran hutan dan lahan menghebat sejak tahun 1997, Indonesia sudah akrab sebagai negara pengeksport kabut asap. Persoalan kebakaran hutan dan lahan rutin terjadi hingga tahun 2006.

Anak negeri kalang kabut akibat asap yang timbul; meningkatnya jumlah penderita ISPA, gangguan penerbangan hingga harus liburnya anak-anak ke sekolah. Di belahan lain negara-negara tetangga yang terkena dampaknya juga sudah sangat gerah dengan kiriman asap yang mereka terima. Di awal musim kemarau tahun ini, para pihak telah mengambil ancang-ancang untuk mencegah timbulnya kebakaran hutan. Diawali dengan Apel Siaga pencegahan kebakaran hutan juga telah di laksanakan di berbagai lokasi yang beberapa tahun belakangan ini menjadi daerah langganan kebakaran.

Read More…

Posted by: sukmareni | June 13, 2007

Crazy-nya N!xau dan Orang Rimba TNBD

Dua hari yang lalu, aku nonton tv yang mutar film Gods must be crazy II. Film yang sebetulnya telah dirilis pada tahun 1990 silam.

Film yang bercerita tentang belantara afrika, dengan segala binatangnya yang masih ada, serta kearifan masyarakat adat suku pedalaman dalam membaca tanda-tanda alam serta keserakahan orang luar terhadap kekayaan fauna daerah itu. Aksi N!xau dan xiri dan xisa anak-anaknya yang memerankan Suku Semak (suku aslinya afrika), sungguh menggugah. Meski aksi mereka kadang sangat kocak dan membuat kita terpingkal-pingkal, tapi ada satu pesan moral yang disampaikan. Untuk hidup dibelantara, dibutuhkan keahlian untuk menyelamatkan diri.

Read More…

Older Posts »

Categories